Friday, 24 April 2015

Tukang Sayur

Hello sobat blogger... jumpa lagi dengan saya Bujang Merana dan bagi yang baru berkunjung di blog ini saya ucapkan salam kenal dan selamat berkunjung di blog Cerita Sekitar Kita.
Kali ini saya akan menceritakan tentang Tukang Sayur berdasarkan pengalaman dan pengamatan.
.
Apa sih Tukang Sayur itu...?
Tentunya sudah tidak asing lagi bagi sobat blogger tentang pertanyaan di atas karena mereka banyak di sekitar kita. Tukang Sayur yaitu salah satu profesi seseorang dengan menjual beraneka ragam sayuran, misalnya kol, wortel, tomat, kentang, sawi putih, sawi hijau, timun, brokoli, kacang panjang, buncis, cabai, daun bawang, bawang merah, bawang putih, oyong, terong, slada, jagung, putren, kemangi, lenca, jamur dan yang lainya. Mereka menjual sayuran bagi yang partai besar dan menengah dengan membeli atau menyewa lapak di pasar sedangkan bagi yang partai kecil atau pengecer mereka menjualnya di kios, atau rumah masing-masing atau juga berkeliling menyusuri jalanan perumahan dengan menggunakan gerobak sayur yang sudah di disain khusus.
.
Apa sih suka dukanya Tukang Sayur...?
Profesi Tukang Sayur bukanlah suatu katagori profesi yang di cita-citakan oleh seseorang. Kalau kita menanyakan kepada anak-anak sekolah baik itu anak SD, SMTP atau SMU apa cita-cita mereka?, pasti mereka akan menjawab Profesor, Insinyur, Dokter, Pejabat, Guru, Artis dan jarang sekali atau bahkan tidak ada yang cita-citanya jadi Tukang Sayur, karena profesi yang satu ini berat untuk di jalani. Mereka harus bangun malam-malam untuk berbelanja ke pasar karena sehabis subuh barang dagangan harus sudah siap untuk dijual. Pembeli biasanya sudah pada berdatangan sehabis subuh untuk menyiapkan masakan untuk keluarganya yang akan beraktivitas atau bekerja di pagi hari. Semua dagangan diusahakan terjual di hari itu juga karena kalau tidak maka akan busuk dan tidak akan dapat dijual keesokan harinya kecuali jenis sayuran yang tahan beberapa hari.
.
Trik-Trik khusus menjadi Tukang Sayur
Ternyata untuk menjadi tukang sayur diperlukan keahlian khusus dalam membeli atau menjualnya. Banyak Tukang Sayur yang bangkrut gara-gara tidak menguasai cara-cara dalam berdagang dan hanya ikut-ikutan saja. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya sebagai berikut:

  • Pilihlah lokasi yang strategis yang padat penduduk, mudah dijangkau, ada akses jalan keluar masuk.
  • Kebersihan di tempat dan sekitar berjualan harus tetap dijaga.
  • Diusahakan semua item bisa terlihat oleh calon pembeli, segar dan bersih
  • Lengkapilah dengan menambahkan item pendukung, misalnya bumbu, lauk seperti ikan, ayam, daging dan buah-buahan.
  • Bersikap jujur dalam timbangan, ramah dan luwes kepada pembeli.
  • Selalu mengikuti harga pasar yang sewaktu-waktu bisa berubah.
Kalau kita memperhatikan hal-hal tersebut di atas maka akan selalu untung dan terhindar dari kerugian apalagi bangkrut. Sayuran merupakan kebutuhan pokok yang akan di cari oleh pembeli terutama kaum hawa setiap hari. Posisi Pedagang kalau bisa jeli mengamati fluktuasi naik turunya harga pasar di ibaratkan seperti " Gabus dalam Air " akan selalu di atas. Kalau harga naik maka ia akan naik dan kalau harga turun maka ia akan turun juga tetapi tetap di atas alias untung.  
.
Mungkin ini dulu yang bisa saya ceritakan kepada sobat blogger. Bagi anda yang tertarik menggeluti profesi Tukang Sayur saya sarankan untuk selalu ulet, sabar, dan jangan mudah menyerah. Ingatlah kegagalan bukan merupakan akhir, tetapi kegagalan adalah kekeliruan mengambil keputusan yang bisa kita perbaiki untuk menuju keberhasilan.
Sekian dari saya dan sampai jumpa di Cerita Sekitar Kita berikutnya.

No comments: